jump to navigation

Memaafkan Masa Lalu February 15, 2011

Posted by Aulia Qiranawangsih in words.
Tags: ,
trackback

Memaafkan tidak pernah mudah. Meminta maaf mungkin jauh lebih mudah karena hanya terbatas pada egoisme diri sendiri, terbatas pada kemampuan untuk mengalahkan keangkuhan agar kata maaf itu terucap. Sementara memaafkan mengharuskan terlibatnya keikhlasan, ikhlas akan luka yang pernah terbentuk, ikhlas akan segala yang telah terjadi, serta ikhlas untuk memahami bahwa segalanya adalah bagian dari rencana-Nya.

Ikhlas tidaklah mudah, mungkin bahkan keikhlasan menuntut lebih banyak daripada penaklukkan egoisme diri sendiri. Tidak banyak yang dapat saya lakukan, hanya kata maaf saja. Entah untuk apa, saya pun belum paham. Hanya layaknya luka, pasti membuat bekas bukan? Saya pun tidak paham luka apa. Entahlah, keterbatasan dan ketidakpedulian membuat saya kurang paham.

Yang jelas saya hanya bisa memohon maaf, atas semua yang pernah terjadi, atas segala yang membuat penerimaan maaf ini begitu sulitnya, juga atas ketidakpahaman saya. Dan yang paling penting, maaf jika semuanya membuat silaturahmi terputus begitu saja, saya tidak bermaksud buruk apapun. Tidak berniat apapun atas silaturahmi yang pernah terjalin hingga akhirnya diputuskan begitu saja. Entahlah, mungkin saya saja yang terlalu menganggap mudah segalanya, bahkan untuk hal seserius ini.

Sekali lagi saya haturkan maaf, entah kau mendengarnya atau tidak, biarlah, waktu akan membuatmu mendengar dan memahami. Seperti juga saya yang semakin memahami gambaran besar jalur yang telah saya lewati selama ini. Maaf teman, maaf. Saya doakan segala yang terbaik untukmu, yang terbaik untuk langkah-langkah besar maupun kecil dalam hidupmu, juga semoga Dia selalu menyayangimu.

Maafkanlah masa lalumu ini, hanya masa lalu. Kau tidak perlu hidup bersama bayang-bayangku, tentu saja. Maafkanlah, agar langkah-langkahku selanjutnya diiringi doa dan kebaikan, agar hari depanku juga damai.

Comments»

1. ghani - February 15, 2011

si aul nih,ga pernah pake ‘objek’…

Kiyoshi - February 16, 2011

M.I.S.T.E.R.I itu teh Ghan..

Aulia Qiranawangsih - February 16, 2011

jyahaha. ya deh anggap aja gitu kang, misteri. :D

2. Aulia Qiranawangsih - February 15, 2011

objek apa ghan? objek payung? :D

3. anggun - February 16, 2011

aamiiiinn :) .. auuuulll *hug*

Aulia Qiranawangsih - February 17, 2011

hug juga teteeeh. :)

4. pangeranberdarahcampuran - March 5, 2011

entah kenapa ini menarik, memang begitu adanya…
like this, whatever it is..

5. pangeranberdarahcampuran - March 5, 2011

same here..
btw, bole ijin share kah?

Aulia Qiranawangsih - March 5, 2011

boleh-boleh silakan. semoga bermanfaat. :)

6. nyunyi : supposed to bid farewell in silence « Pangeranberdarahcampuran's Webdog - March 5, 2011

[...] adaptasi dan inspirasi karya blupblupblue simply inspires me. [...]

7. Prazz - March 7, 2011

merasa ditabok..”bookkK!!!”=P
iya,saya maafkan,haha:))

Aulia Qiranawangsih - March 7, 2011

haaaaaah. kasar! :p

Aulia Qiranawangsih - March 7, 2011

eh salah baca, kirain nulis “minta” bukan “merasa”. hehehe.
santai ris, sambil makan eskrim di pinggir pantai. #apasihgue#


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.