jump to navigation

Quote #2 April 29, 2011

Posted by Aulia Qiranawangsih in words.
Tags: ,
add a comment

Modesty is the true beauty

Setelah sekian minggu melewatkan KickAndy, baru malem ini nonton lagi. Dan dampak “touching your heart“-nya tetep aja ada. Kali ini ceritanya tentang anak-anak juara yang berasal dari keluarga sederhana (cenderung tidak berkecukupan) yang dengan segala kerja keras dan tekad bajanya bisa mewujudkan hal-hal luar biasa. Mulai dari anak yang kerja jadi pengemis buat sekolah yang akhirnya bisa berprestasi jadi duta sepakbola anak Danone di Prancis, anak dari keluarga sederhana yang bisa bikin antivirus komputer, dan ada juga pemulung yang jadi juara lomba fotografi yang membawa dia sampai ke Netherland sana.

Such a beautiful modesty. :)

Kenapa? April 21, 2011

Posted by Aulia Qiranawangsih in cerita.
Tags: ,
2 comments

Dua minggu menjelang akhir semester pertama jadi mahasiswa S2. Beberapa hari yang lalu kebangun subuh-subuh terus pertanyaan pertama yang muncul adalah: why am I doing this? 

Kenapa ya ngambil S2 sekarang?

Soalnya ga betah kerja kantoran. *eeeuuuu.. payah. hehe

Kenapa harus di Ganesha lagi?

Soalnya ga dapet surat izin buat ngelanjutin di luar. *sedih

Kenapa harus transport lagi?

Soalnya suka. *yesss

Kenapa kenapa kenapa … (more…)

Quote #1 April 20, 2011

Posted by Aulia Qiranawangsih in words.
Tags:
add a comment

Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata

Made in Indonesia April 2, 2011

Posted by Aulia Qiranawangsih in sosial.
Tags: , ,
7 comments

Suatu siang yang cerah, panas sih sebenernya, entah gimana caranya saya terjebak di tengah obrolan yang bisa dibilang debat kusir. Apa topik pembicaraannya? Tentu saja tentang “negara”. Kenapa debat kusir? Ya karena kita -kami- cuma bisa ngomongin aja, solusinya juga sebatas teori, teori-amat-sangat-mentah. Dari pembicaraan siang itu, satu kalimat dari salah seorang teman membuat saya tertegun. Dia bilang, “Kalo kata gw sih ya, negara ini udah hopeless lah”. Benarkah begitu?

Kenapa dia bisa bilang gitu sementara begitu banyak orang-orang besar mencoba membangun hal-hal yang berisukan “mimpi”? Seperti Anies Baswedan dengan “better light up the candle than curse the darkness“-nya, juga Bondan Prakoso dengan lagu “Hidup Berawal dari Mimpi”-nya. Adakah sebenarnya lilin dan mimpi itu? (more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.