jump to navigation

Memaafkan Masa Lalu February 15, 2011

Posted by Qirana in words.
Tags: ,
13 comments

Memaafkan tidak pernah mudah. Meminta maaf mungkin jauh lebih mudah karena hanya terbatas pada egoisme diri sendiri, terbatas pada kemampuan untuk mengalahkan keangkuhan agar kata maaf itu terucap. Sementara memaafkan mengharuskan terlibatnya keikhlasan, ikhlas akan luka yang pernah terbentuk, ikhlas akan segala yang telah terjadi, serta ikhlas untuk memahami bahwa segalanya adalah bagian dari rencana-Nya.

Ikhlas tidaklah mudah, mungkin bahkan keikhlasan menuntut lebih banyak daripada penaklukkan egoisme diri sendiri. Tidak banyak yang dapat saya lakukan, hanya kata maaf saja. Entah untuk apa, saya pun belum paham. Hanya layaknya luka, pasti membuat bekas bukan? Saya pun tidak paham luka apa. Entahlah, keterbatasan dan ketidakpedulian membuat saya kurang paham.

Yang jelas saya hanya bisa memohon maaf, atas semua yang pernah terjadi, atas segala yang membuat penerimaan maaf ini begitu sulitnya, juga atas ketidakpahaman saya. Dan yang paling penting, maaf jika semuanya membuat silaturahmi terputus begitu saja, saya tidak bermaksud buruk apapun. Tidak berniat apapun atas silaturahmi yang pernah terjalin hingga akhirnya diputuskan begitu saja. Entahlah, mungkin saya saja yang terlalu menganggap mudah segalanya, bahkan untuk hal seserius ini.

Sekali lagi saya haturkan maaf, entah kau mendengarnya atau tidak, biarlah, waktu akan membuatmu mendengar dan memahami. Seperti juga saya yang semakin memahami gambaran besar jalur yang telah saya lewati selama ini. Maaf teman, maaf. Saya doakan segala yang terbaik untukmu, yang terbaik untuk langkah-langkah besar maupun kecil dalam hidupmu, juga semoga Dia selalu menyayangimu.

Maafkanlah masa lalumu ini, hanya masa lalu. Kau tidak perlu hidup bersama bayang-bayangku, tentu saja. Maafkanlah, agar langkah-langkahku selanjutnya diiringi doa dan kebaikan, agar hari depanku juga damai.

PR Ibu Utiw February 2, 2011

Posted by Qirana in Uncategorized.
3 comments

Terima kasih kepada ibu teteho Putri Setiani yang udah ngasih stylish-blogger award sama blog saya yang ga ada stylish-stylish-nya (mengingat lebih aktif cocoretan di blog yang satu lagi). Hehehe.

Accepting this award, I am asked to do the following: 

1. Thank and link to the person who awarded me this award.

2. Share 8 things about myself.

3. Pay it forward to 8 bloggers that I have recently discovered.

4. Contact those bloggers and tell them about their awards.

Nah nah, harus ceritain 8 hal tentang saya, hmmm..

Pertama, saya alhamdulillah jadi satu-satunya anak perempuan dari empat bersaudara dengan gelar anak pertama di keluarga yang turunan asli Jawa-Jawa tapi orang Bandung asli. *nahloh*

Kedua, saya suka sekali olahraga lari, suka sangat suka! Da ga bisa olahraga yang lain. Hehehe. Pokonya lari itu menyenangkan banget, apalagi lari sambil huhujanan, kayanya ini berawal dari kebiasaan waktu masih SD harus pulang tapi hujan, biasanya saya lebih seneng nerusin jalan atau lari-lari daripada harus nungguin hujan berhenti. Hoho.

Ketiga, seumur-umur sampai hari ini belum pernah punya payung. Hehe. Kemaren pas merantau ke Jakarta sempet berniat beli payung, tapi ga jadi-jadi terus sampai akhirnya udah balik lagi ke Bandung. Dan kalo udah di Bandung mah asa ga butuh payung. 😀

Keempat, engga suka makan daging! Terutama yang aneh-aneh kayak lidah sapi, otak sapi, telor ikan (daging kan itu?), dan semacamnya yang berasal dari bagian ga biasa. Tapi bukan berarti vegetarian juga sih, tetep makan ikan kok (apalagi kalo ala Makassar), makan tongseng sapi, dan rendang juga.

Kelima, suka ngantuk kalo liat langit biru siang hari (pengen tidur siang aja ini mah. hehe), engga tau kenapa saya malah lebih gampang ngantuk kalo hari lagi cerah-cerahnya, kombinasi langit biru-pepohonan hijau-semilir angin-suara burung bikin ngerasa damai dan ngantuk jadinya. Lain lagi kalo hujan, mendung, ataupun sebangsanya, saya malah bangun dan menikmati ngedengerin hujan turun *loh?*

Keenam, pas SD jadi anak paling kurus seangkatan, sampe pernah dicurigai kurang gizi sama ibu gurunya. Hoho. Padahal udah memaksimalkan diri rajin makan makanan empat sehat lima sempurna. Tapi beruntunglah dulu ga ada uji-kekurangan-gizi. 😀

Ketujuh, sampai saat ini masih minum susu anak-anak semacam Dan**w dan Mi**. Gimanapun juga, susu kalsium ga bisa menggantikan enaknya susu full cream. Hehehe.

Kedelapan, sejak jaman SMP selalu dinobatkan menjadi bendahara dengan alasan yang tidak terjelaskan (ga ada orang lain yang mau mungkin ya). Sampai-sampai pas SMA kepikir buat masuk Akuntansi aja, tapi takdir menyatakan lain, masuk Teknik Sipil walaupun akhirnya tetep jadi bendahara di unit.

Okeokeee …

Selanjutnya mau menganugerahkan (halaaah) award ini kepadaaaa:

  • Eva Annisa
  • Rhonita Dea Andarini
  • Yuamar Imarrazan Basarah
  • Masrur Abdull Hamid Ghani
  • Amelia Riani
  • Rizal Dwi Prayogo
  • Nuzulya Safitri Ilahude
  • Nurlayla Arbie

Bitte füllen! 🙂

Si Pungguk (Harus) Sampai ke Bulan February 2, 2011

Posted by Qirana in berkata-kata sesuka hati.
Tags:
2 comments

bagai pungguk merindukan bulan

keadaan ketika ketidakmungkinan memiliki probabilitas kejadian yang jauh lebih besar dibanding kemungkinan akan kejadian hal itu sendiri.

seseorang yang merindukan kekasihnya, tetapi cintanya tidak terbalas

#KBBI

tapi bukankah selalu ada jalan ketika jelas keinginan?

bukankah setiap dia yang bersungguh-sungguh akan mendapat yang terbaik baginya?

nangis guling-guling, entah kenapa keingetan majas itu, mungkin karena sekarang lagi hujan *ga nyambung*. ya intinya kondisi sedang mendukung untuk menjadi melow. lalu teringat majas itu lalu jadi nelangsa.

ini apa sih meracau banget.

yah semoga ga begitu, semoga sesulit apapun si pungguk akhirnya bisa mencapai bulan, pake pesawat luar angkasa gitu nebeng sama astronot Amerika atau Rusia. atau si pungguk dapet tiket khusus nemenin simpanse main ke bulan.

ada aja kan yah jalan mah? ga harus dipatok satu tambah satu sama dengan dua. namanya juga hidup, faktor x nya bisa sampe pangkat tak hingga.

hhhhhh.. *menghela nafas, terduduk lemas*

eits ga boleh berakhir dengan kata-kata gitu racauannya, mari ganti dengan:

Semangat Bisa! *kepal tangan, mimik serius, fully powered*

Bismillahirrahmanirrahim.