jump to navigation

Ibu dan Momo June 24, 2011

Posted by Qirana in story.
Tags: ,
8 comments

Ibu saya yang memang biasa saya panggil ibu adalah seorang guru SMK. Mungkin karena profesinya ini ibu sangat-super-senang mengobrol. Kalau ibu baru pulang, ibu hampir selalu bercerita tentang kejadian yang beliau alami di sekolah, entah itu abis ngejewer murid yang nakal, abis jajan baso sama temen-temennya, atau abis nengokin temennya yang sakit. Kalau pagi hari, di saat semua orang rumah masih setengah sadar, ibu sudah kekelontangan di dapur, mulai dari masak nasi, cuci piring, sampai goreng ayam, dan ga jarang itu semua dilakukan sambil berceloteh melanjutkan cerita-ceritanya yang tertunda.

Ibu juga sangat-super-perhatian sama anak-anaknya yang beranggotakan satu anak perempuan paling besar (yap, that’s me!) dan tiga anak laki-laki yang mulai beranjak dewasa. Ga pernah seharipun ibu lupa buat sekedar sms atau menelepon anak-anaknya ketika sedang berada di luar rumah, sekalipun anak-anaknya ini suka curang dengan matiin hp. Hehe. Ibu adalah sosok yang sangat sabar, sangat super, dan sangat juara.

Beda lagi dengan momo (more…)

Selamat Ulang Tahun Jakarta! June 23, 2011

Posted by Qirana in Uncategorized.
4 comments

Beberapa bulan yang lalu ketika teman-teman dekat saya mulai merantau ke Jakarta, sementara saya harus kembali ke Bandung untuk melanjutkan kuliah S2, saya tiba-tiba ngerasa kangen dengan keriuhan ibukota *haiyaaah*. Jakarta itu jelas-jelas kota tempat muternya uang, tempat para pekerja, pebisnis, pegawai menghabiskan waktunya seharian buat mencari nafkah. Kadang saya mikir, kota yang saya harap ga jadi kota tempat saya harus membesarkan anak-anak saya adalah Jakarta. Hehe. Peace, Jakarta! 😀 Dirimu memang kota “bekerja” kan, bukan kota “mendidik”?

Hari ini biarpun telat sehari, saya mau ngucapin Selamat Ulang Tahun Jakarta!

Semoga ga tambah macet dan pembangunan MRTJakarta-nya berhasil. Aamiin. 🙂

Larangan Belok Kiri Langsung June 16, 2011

Posted by Qirana in opinion, review.
Tags: , , ,
1 comment so far

image from detik.com

Akhir-akhir ini sering merasa terganggu dengan bunyi klakson kendaraan di persimpangan ketika lampu lalu lintas berwarna merah, biasanya kendaraan-kendaraan ini ngeributin lajur paling kiri. Misalnya kasusnya begini, kendaraan di lajur paling kiri yang berada paling depan tidak maju melainkan berhenti saat lampu lalu lintas berwarna merah. Otomatis, refleks pengguna kendaraan lain yang berada di lajur yang sama di belakang kendaraan tersebut akan membunyikan klaksonnya sebagai tanda protes karena akan berbelok ke kiri. Nah, ribut banget kan itu kondisinya?

Di sisi lain, seharusnya keadaan tersebut tidak perlu terjadi. Masyarakat Indonesia sudah sangat familiar dengan istilah peraturan “belok-kiri-jalan-terus” sejak ditetapkannya UU nomor 14 tahun 1992. Tidak banyak masyarakat yang menyadari bahwa peraturan itu sudah tidak berlaku lagi sejak ditetapkannya UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tersebut berbunyi: (more…)