jump to navigation

Made in Indonesia April 2, 2011

Posted by Qirana in sosial.
Tags: , ,
7 comments

Suatu siang yang cerah, panas sih sebenernya, entah gimana caranya saya terjebak di tengah obrolan yang bisa dibilang debat kusir. Apa topik pembicaraannya? Tentu saja tentang “negara”. Kenapa debat kusir? Ya karena kita -kami- cuma bisa ngomongin aja, solusinya juga sebatas teori, teori-amat-sangat-mentah. Dari pembicaraan siang itu, satu kalimat dari salah seorang teman membuat saya tertegun. Dia bilang, “Kalo kata gw sih ya, negara ini udah hopeless lah”. Benarkah begitu?

Kenapa dia bisa bilang gitu sementara begitu banyak orang-orang besar mencoba membangun hal-hal yang berisukan “mimpi”? Seperti Anies Baswedan dengan “better light up the candle than curse the darkness“-nya, juga Bondan Prakoso dengan lagu “Hidup Berawal dari Mimpi”-nya. Adakah sebenarnya lilin dan mimpi itu? (more…)

Memaafkan Masa Lalu February 15, 2011

Posted by Qirana in words.
Tags: ,
13 comments

Memaafkan tidak pernah mudah. Meminta maaf mungkin jauh lebih mudah karena hanya terbatas pada egoisme diri sendiri, terbatas pada kemampuan untuk mengalahkan keangkuhan agar kata maaf itu terucap. Sementara memaafkan mengharuskan terlibatnya keikhlasan, ikhlas akan luka yang pernah terbentuk, ikhlas akan segala yang telah terjadi, serta ikhlas untuk memahami bahwa segalanya adalah bagian dari rencana-Nya.

Ikhlas tidaklah mudah, mungkin bahkan keikhlasan menuntut lebih banyak daripada penaklukkan egoisme diri sendiri. Tidak banyak yang dapat saya lakukan, hanya kata maaf saja. Entah untuk apa, saya pun belum paham. Hanya layaknya luka, pasti membuat bekas bukan? Saya pun tidak paham luka apa. Entahlah, keterbatasan dan ketidakpedulian membuat saya kurang paham.

Yang jelas saya hanya bisa memohon maaf, atas semua yang pernah terjadi, atas segala yang membuat penerimaan maaf ini begitu sulitnya, juga atas ketidakpahaman saya. Dan yang paling penting, maaf jika semuanya membuat silaturahmi terputus begitu saja, saya tidak bermaksud buruk apapun. Tidak berniat apapun atas silaturahmi yang pernah terjalin hingga akhirnya diputuskan begitu saja. Entahlah, mungkin saya saja yang terlalu menganggap mudah segalanya, bahkan untuk hal seserius ini.

Sekali lagi saya haturkan maaf, entah kau mendengarnya atau tidak, biarlah, waktu akan membuatmu mendengar dan memahami. Seperti juga saya yang semakin memahami gambaran besar jalur yang telah saya lewati selama ini. Maaf teman, maaf. Saya doakan segala yang terbaik untukmu, yang terbaik untuk langkah-langkah besar maupun kecil dalam hidupmu, juga semoga Dia selalu menyayangimu.

Maafkanlah masa lalumu ini, hanya masa lalu. Kau tidak perlu hidup bersama bayang-bayangku, tentu saja. Maafkanlah, agar langkah-langkahku selanjutnya diiringi doa dan kebaikan, agar hari depanku juga damai.

PR Ibu Utiw February 2, 2011

Posted by Qirana in Uncategorized.
3 comments

Terima kasih kepada ibu teteho Putri Setiani yang udah ngasih stylish-blogger award sama blog saya yang ga ada stylish-stylish-nya (mengingat lebih aktif cocoretan di blog yang satu lagi). Hehehe.

Accepting this award, I am asked to do the following: 

1. Thank and link to the person who awarded me this award.

2. Share 8 things about myself.

3. Pay it forward to 8 bloggers that I have recently discovered.

4. Contact those bloggers and tell them about their awards.

Nah nah, harus ceritain 8 hal tentang saya, hmmm..

Pertama, saya alhamdulillah jadi satu-satunya anak perempuan dari empat bersaudara dengan gelar anak pertama di keluarga yang turunan asli Jawa-Jawa tapi orang Bandung asli. *nahloh*

Kedua, saya suka sekali olahraga lari, suka sangat suka! Da ga bisa olahraga yang lain. Hehehe. Pokonya lari itu menyenangkan banget, apalagi lari sambil huhujanan, kayanya ini berawal dari kebiasaan waktu masih SD harus pulang tapi hujan, biasanya saya lebih seneng nerusin jalan atau lari-lari daripada harus nungguin hujan berhenti. Hoho.

Ketiga, seumur-umur sampai hari ini belum pernah punya payung. Hehe. Kemaren pas merantau ke Jakarta sempet berniat beli payung, tapi ga jadi-jadi terus sampai akhirnya udah balik lagi ke Bandung. Dan kalo udah di Bandung mah asa ga butuh payung. šŸ˜€

Keempat, engga suka makan daging! Terutama yang aneh-aneh kayak lidah sapi, otak sapi, telor ikan (daging kan itu?), dan semacamnya yang berasal dari bagian ga biasa. Tapi bukan berarti vegetarian juga sih, tetep makan ikan kok (apalagi kalo ala Makassar), makan tongseng sapi, dan rendang juga.

Kelima, suka ngantuk kalo liat langit biru siang hari (pengen tidur siang aja ini mah. hehe), engga tau kenapa saya malah lebih gampang ngantuk kalo hari lagi cerah-cerahnya, kombinasi langit biru-pepohonan hijau-semilir angin-suara burung bikin ngerasa damai dan ngantuk jadinya. Lain lagi kalo hujan, mendung, ataupun sebangsanya, saya malah bangun dan menikmati ngedengerin hujan turun *loh?*

Keenam,Ā pas SD jadi anak paling kurus seangkatan, sampe pernah dicurigai kurang gizi sama ibu gurunya. Hoho. Padahal udah memaksimalkan diri rajin makan makanan empat sehat lima sempurna.Ā Tapi beruntunglah dulu ga ada uji-kekurangan-gizi. šŸ˜€

Ketujuh, sampai saat ini masih minum susu anak-anak semacam Dan**w dan Mi**. Gimanapun juga, susu kalsium ga bisa menggantikan enaknya susu full cream. Hehehe.

Kedelapan, sejak jaman SMP selalu dinobatkan menjadi bendahara dengan alasan yang tidak terjelaskan (ga ada orang lain yang mau mungkin ya). Sampai-sampai pas SMA kepikir buat masuk Akuntansi aja, tapi takdir menyatakan lain, masuk Teknik Sipil walaupun akhirnya tetep jadi bendahara di unit.

Okeokeee …

Selanjutnya mau menganugerahkan (halaaah)Ā award ini kepadaaaa:

  • Eva Annisa
  • Rhonita Dea Andarini
  • Yuamar Imarrazan Basarah
  • Masrur Abdull Hamid Ghani
  • Amelia Riani
  • Rizal Dwi Prayogo
  • Nuzulya Safitri Ilahude
  • Nurlayla Arbie

Bitte fĆ¼llen! šŸ™‚

Si Pungguk (Harus) Sampai ke Bulan February 2, 2011

Posted by Qirana in berkata-kata sesuka hati.
Tags:
2 comments

bagai pungguk merindukan bulan

keadaan ketika ketidakmungkinan memiliki probabilitas kejadian yang jauh lebih besar dibanding kemungkinan akan kejadian hal itu sendiri.

seseorang yang merindukan kekasihnya, tetapi cintanya tidak terbalas

#KBBI

tapi bukankah selalu ada jalan ketika jelas keinginan?

bukankah setiap dia yang bersungguh-sungguh akan mendapat yang terbaik baginya?

nangis guling-guling, entah kenapa keingetan majas itu, mungkin karena sekarang lagi hujan *ga nyambung*. ya intinya kondisi sedang mendukung untuk menjadi melow. lalu teringat majas itu lalu jadi nelangsa.

ini apa sih meracau banget.

yah semoga ga begitu, semoga sesulit apapun si pungguk akhirnya bisa mencapai bulan, pake pesawat luar angkasa gitu nebeng sama astronot Amerika atau Rusia. atau si pungguk dapet tiket khusus nemenin simpanse main ke bulan.

ada aja kan yah jalan mah? ga harus dipatok satu tambah satu sama dengan dua. namanya juga hidup, faktor x nya bisa sampe pangkat tak hingga.

hhhhhh.. *menghela nafas, terduduk lemas*

eits ga boleh berakhir dengan kata-kata gitu racauannya, mari ganti dengan:

Semangat Bisa! *kepal tangan, mimik serius,Ā fully powered*

Bismillahirrahmanirrahim.

 

Keberhasilan itu … January 31, 2011

Posted by Qirana in cerita.
Tags: ,
add a comment

Ga kerasa udah mau bulan ke-dua di tahun 2011. Rasanya baru aja kemaren ngerjain TA yang mana hampir tepat setahun yang lalu seminar. Banyak banget yang udah terjadi setahun kemarin, bisa dibilang tahun 2010 tahun terproduktif saya sampai saat ini. Mulai dari ngerjain TA, seminar, jadi guru les privat, sidang, lulus, wisuda, ngerjain proyek, recreational project di luar kota, ikutan simposium di luar kota juga, jadi asisten, sampai kerja di konsultan transport asing.

Alhamdulillah sekali rasanya. What a year! Terima kasih Yaa Rabb.

Selanjutnya saya mau bolak-balik pontang-panting biar jadi lebih produktif lagi. Bismillah.

Karena ga pernah ada keberhasilan yang instan. Kata Pak Mario Teguh, kalo mau berhasil itu harus fokus, obsesif, dan disiplin. (more…)

Puncak Jaya Anak-anak Kita December 28, 2010

Posted by Qirana in berkata-kata sesuka hati.
Tags:
add a comment

Teman, bumi ini kian panas, es di Puncak Jaya sana kian menipis,

Teman, apalah kita ini, bangun siang, makan sesuka perut, bicara sesuka mulut, lalu bercanda kesana kemari, lalu makan lagi, lalu banyak lagi bicara,

apalah kita ini, jalan-jalan ke pantai, berfoto-foto di kaki gunung, lalu bicara lagi,

Teman, saya takut, kalau nanti di Puncak Jaya hanya tersisa sedikit saja aliran sungai, anak-anak saya dapat apa?

apalah kita ini akan menjadi orang tua yang bangun siang, makan sesuka perut, bicara sesuka mulut,

mau jadi apa rumah-rumah kita nanti?

Teman, cukup sudah jangan mengeluh lagi, bumi kita terlalu jengah mendengar kata-kata kotor itu,

ataukah Dia menjelmakan neraka-Nya ke bumi ini sehingga panasnya kian menjadi?

Teman, ingat nanti anak-anak kita makan apa, kalau kini kita tidak lagi menanam kangkung, kalau kita biarkan sawah-sawah itu jadi tanaman beton,

Teman, hati-hati nanti anak-anak kita bermain apa, kalau yang kita pelajari sekarang hasil dari film serial TV atau lagu-lagu sendu tanpa esensi,

Teman, bukan untuk kita,

bukan demi kita,

demi mereka,

yang akan kita beri cinta sepanjang masa,

ataukah hanya fana semata? Seperti Puncak Jaya yang kian mencair …

 

Ga Ngapa-ngapain November 20, 2010

Posted by Qirana in cerita, sosial.
Tags: , ,
6 comments

Adalah sesuatu yang umum di masyarakat mengenaiĀ image untuk pegawai negeri sipil alias PNS yang suka pergi belanja di tengah hari kerja, pulang cepat datang terlambat, mengobrol dan merokok saat kerja, serta berbagai kebiasaan lainnya. Namun demikian, saya tidak termasuk orang yang sepenuhnya setuju dengan opini tersebut karena toh kedua orang tua saya juga PNS, dosen dan guru, dan mereka tidak seperti itu. Atas dasar pemahaman itu, saya mengikuti saran kedua orang tua saya untuk ikut tes CPNS sebuah kementerian.

Tahapan untuk mengikuti tes tersebut pertama adalah tahap administrasi, yaitu para peserta diharuskan mengirimkan berkas-berkas yang diperlukan untuk pendaftaran via pos. Kemudian tahap selanjutnya adalah tes tertulis. Sebelum mengikuti tes tertulis ini para peserta diharuskan mengambil kartu peserta di tempat-tempat yang telah ditentukan dan tidak boleh diwakilkan oleh orang lain. Pada tahap ini saya merasa agak aneh karena menurut saya ini sangat tidak efisien. Bayangkan saja, saya yang bertempat tinggal di Bandung harus datang ke Jakarta mengambil kartu tersebut yang hanya menghabiskan waktu kurang dari 10 menit. Sementara perjalanan Bandung-Jakarta sekitar 2,5 jam.

(more…)

Perjalanan-Lintas-Kota August 30, 2010

Posted by Qirana in cerita, sosial.
Tags: ,
3 comments

Hari itu antara sengaja dan ga sengaja saya melakukanĀ trip (bukanĀ trip juga sih, cuma perjalanan biasa, gaya banget kalo disebutĀ trip) dalam kota yang cukup jauh. Sengaja karena saya memang harus pergi ke tempatĀ itu dan ga sengaja karena saya lupa kalau hari itu adalah hari macet se-Bandung Raya dan saya pake angkutan umum.

Saya berangkat jam 13.00 dari rumah orang tua saya yang ada di gunung sana menuju dataran rendah di Kopo (hehe). Perkiraan waktu perjalanan paling lama adalah 2 jam, jadi jam 15.00 udah sampe tujuan. Tapi kenyataaannya wow banget. Saya baru sampe tujuan pukul 16.10. Hari itu hari luar-biasa-super-macet-akibat-weekend-dan-menjelang-lebaran. Rasanya kayak semua orang mau buka bareng, belanja menjelang lebaran, dan jalan-jalan di daerah yang saya lewati di saat yang bersamaan. Seperti biasa, macetnya karena penyebab yang ga jelas, atau disebut jugaĀ gridlock dalam bahasa transportasi.

Lalu saya teringatĀ tulisan saya tahun lalu tentang kemacetan, rasanya masih sama-sama aja, bahkan Bandung yang sekarang makin macet. Dulu saya pikir, angkutan umum adalah solusi kemacetan di Bandung tercinta ini, sampai-sampai sayaĀ excitedbanget buat ngejadiin itu sebagai topik Tugas Akhir saya (mengalahkan topik analisis simpang Cikapayang-Dago yang sempet kepikiran juga). Namun pada kenyataannya, ternyata solusi itu ga cukup baik. Mental masyarakat kita udah terlanjur menganggap angkutan umum itu ga baik, terlalu banyak negatifnya ketimbang sisi positifnya (ini hasil riset Tugas Akhir saya loh, :D). Jadi kalau mau menarik minat mereka buat naik angkutan umum lagi, butuh lebih dari angkutan umum yang kayak sekarang. (more…)