jump to navigation

Quote #2 April 29, 2011

Posted by Qirana in words.
Tags: ,
add a comment

Modesty is the true beauty

Setelah sekian minggu melewatkan KickAndy, baru malem ini nonton lagi. Dan dampak “touching your heart“-nya tetep aja ada. Kali ini ceritanya tentang anak-anak juara yang berasal dari keluarga sederhana (cenderung tidak berkecukupan) yang dengan segala kerja keras dan tekad bajanya bisa mewujudkan hal-hal luar biasa. Mulai dari anak yang kerja jadi pengemis buat sekolah yang akhirnya bisa berprestasi jadi duta sepakbola anak Danone di Prancis, anak dari keluarga sederhana yang bisa bikin antivirus komputer, dan ada juga pemulung yang jadi juara lomba fotografi yang membawa dia sampai ke Netherland sana.

Such a beautiful modesty. ūüôā

Kenapa? April 21, 2011

Posted by Qirana in cerita.
Tags: ,
2 comments

Dua minggu menjelang akhir semester pertama jadi mahasiswa S2. Beberapa hari yang lalu kebangun subuh-subuh terus pertanyaan pertama yang muncul adalah: why am I doing this? 

Kenapa ya ngambil S2 sekarang?

Soalnya ga betah kerja kantoran. *eeeuuuu.. payah. hehe

Kenapa harus di Ganesha lagi?

Soalnya ga dapet surat izin buat ngelanjutin di luar. *sedih

Kenapa harus transport lagi?

Soalnya suka. *yesss

Kenapa kenapa kenapa … (more…)

Keberhasilan itu … January 31, 2011

Posted by Qirana in cerita.
Tags: ,
add a comment

Ga kerasa udah mau bulan ke-dua di tahun 2011. Rasanya baru aja kemaren ngerjain TA yang mana hampir tepat setahun yang lalu seminar. Banyak banget yang udah terjadi setahun kemarin, bisa dibilang tahun 2010 tahun terproduktif saya sampai saat ini. Mulai dari ngerjain TA, seminar, jadi guru les privat, sidang, lulus, wisuda, ngerjain proyek, recreational project di luar kota, ikutan simposium di luar kota juga, jadi asisten, sampai kerja di konsultan transport asing.

Alhamdulillah sekali rasanya. What a year! Terima kasih Yaa Rabb.

Selanjutnya saya mau bolak-balik pontang-panting biar jadi lebih produktif lagi. Bismillah.

Karena ga pernah ada keberhasilan yang instan. Kata Pak Mario Teguh, kalo mau berhasil itu harus fokus, obsesif, dan disiplin. (more…)

Puncak Jaya Anak-anak Kita December 28, 2010

Posted by Qirana in berkata-kata sesuka hati.
Tags:
add a comment

Teman, bumi ini kian panas, es di Puncak Jaya sana kian menipis,

Teman, apalah kita ini, bangun siang, makan sesuka perut, bicara sesuka mulut, lalu bercanda kesana kemari, lalu makan lagi, lalu banyak lagi bicara,

apalah kita ini, jalan-jalan ke pantai, berfoto-foto di kaki gunung, lalu bicara lagi,

Teman, saya takut, kalau nanti di Puncak Jaya hanya tersisa sedikit saja aliran sungai, anak-anak saya dapat apa?

apalah kita ini akan menjadi orang tua yang bangun siang, makan sesuka perut, bicara sesuka mulut,

mau jadi apa rumah-rumah kita nanti?

Teman, cukup sudah jangan mengeluh lagi, bumi kita terlalu jengah mendengar kata-kata kotor itu,

ataukah Dia menjelmakan neraka-Nya ke bumi ini sehingga panasnya kian menjadi?

Teman, ingat nanti anak-anak kita makan apa, kalau kini kita tidak lagi menanam kangkung, kalau kita biarkan sawah-sawah itu jadi tanaman beton,

Teman, hati-hati nanti anak-anak kita bermain apa, kalau yang kita pelajari sekarang hasil dari film serial TV atau lagu-lagu sendu tanpa esensi,

Teman, bukan untuk kita,

bukan demi kita,

demi mereka,

yang akan kita beri cinta sepanjang masa,

ataukah hanya fana semata? Seperti Puncak Jaya yang kian mencair …

 

Ga Ngapa-ngapain November 20, 2010

Posted by Qirana in cerita, sosial.
Tags: , ,
6 comments

Adalah sesuatu yang umum di masyarakat mengenai image untuk pegawai negeri sipil alias PNS yang suka pergi belanja di tengah hari kerja, pulang cepat datang terlambat, mengobrol dan merokok saat kerja, serta berbagai kebiasaan lainnya. Namun demikian, saya tidak termasuk orang yang sepenuhnya setuju dengan opini tersebut karena toh kedua orang tua saya juga PNS, dosen dan guru, dan mereka tidak seperti itu. Atas dasar pemahaman itu, saya mengikuti saran kedua orang tua saya untuk ikut tes CPNS sebuah kementerian.

Tahapan untuk mengikuti tes tersebut pertama adalah tahap administrasi, yaitu para peserta diharuskan mengirimkan berkas-berkas yang diperlukan untuk pendaftaran via pos. Kemudian tahap selanjutnya adalah tes tertulis. Sebelum mengikuti tes tertulis ini para peserta diharuskan mengambil kartu peserta di tempat-tempat yang telah ditentukan dan tidak boleh diwakilkan oleh orang lain. Pada tahap ini saya merasa agak aneh karena menurut saya ini sangat tidak efisien. Bayangkan saja, saya yang bertempat tinggal di Bandung harus datang ke Jakarta mengambil kartu tersebut yang hanya menghabiskan waktu kurang dari 10 menit. Sementara perjalanan Bandung-Jakarta sekitar 2,5 jam.

(more…)

Perjalanan-Lintas-Kota August 30, 2010

Posted by Qirana in cerita, sosial.
Tags: ,
3 comments

Hari itu antara sengaja dan ga sengaja saya melakukan trip (bukan trip juga sih, cuma perjalanan biasa, gaya banget kalo disebut trip) dalam kota yang cukup jauh. Sengaja karena saya memang harus pergi ke tempat itu dan ga sengaja karena saya lupa kalau hari itu adalah hari macet se-Bandung Raya dan saya pake angkutan umum.

Saya berangkat jam 13.00 dari rumah orang tua saya yang ada di gunung sana menuju dataran rendah di Kopo (hehe). Perkiraan waktu perjalanan paling lama adalah 2 jam, jadi jam 15.00 udah sampe tujuan. Tapi kenyataaannya wow banget. Saya baru sampe tujuan pukul 16.10. Hari itu hari luar-biasa-super-macet-akibat-weekend-dan-menjelang-lebaran. Rasanya kayak semua orang mau buka bareng, belanja menjelang lebaran, dan jalan-jalan di daerah yang saya lewati di saat yang bersamaan. Seperti biasa, macetnya karena penyebab yang ga jelas, atau disebut juga gridlock dalam bahasa transportasi.

Lalu saya teringat¬†tulisan saya tahun lalu tentang kemacetan, rasanya masih sama-sama aja, bahkan Bandung yang sekarang makin macet. Dulu saya pikir, angkutan umum adalah solusi kemacetan di Bandung tercinta ini, sampai-sampai saya¬†excitedbanget buat ngejadiin itu sebagai topik Tugas Akhir saya (mengalahkan topik analisis simpang Cikapayang-Dago yang sempet kepikiran juga). Namun pada kenyataannya, ternyata solusi itu ga cukup baik. Mental masyarakat kita udah terlanjur menganggap angkutan umum itu ga baik, terlalu banyak negatifnya ketimbang sisi positifnya (ini hasil riset Tugas Akhir saya loh, :D). Jadi kalau mau menarik minat mereka buat naik angkutan umum lagi, butuh lebih dari angkutan umum yang kayak sekarang. (more…)

Venture, Bold, Read! August 20, 2010

Posted by Qirana in words.
Tags: ,
add a comment

venture all, see what fate brings

-vietnamese proverb

Saya nemu kata-kata ini setelah membaca ulang novel Travelers’ Tale beberapa minggu yang lalu, maknanya usahakanlah segalanya lalu lihat apa yang takdir lakukan. Novel ini adalah salah satu novel yang saya suka karena ceritanya ga melulu tentang romantisme, juga ga terlalu banyak menyajikan kata-kata sastra yang bikin pusing, dan yang paling saya suka adalah banyaknya cerita traveling (Europe Trip!). Menurut saya, novel ini tergolong novel pintar. Pintar karena (menurut saya lagi) umumnya novel-novel Indonesia yang membawa aura romantisme ya gitu-gitu aja isinya sedangkan novel ini bisa menyatukan cinta-cintaan, persahabatan, logika, dan realitas sekaligus. (more…)

Asyhadu Anna Muhammadarrasulullah July 31, 2010

Posted by Qirana in cerita.
Tags: , ,
2 comments

Suatu hari Sabtu, ketika sedang iseng menunggu azan magrib di sekitar Jalan Merdeka, saya jalan-jalan ke Gramedia, niatnya hanya mau melihat-lihat buku baru. Lalu saya menemukan buku ini, pertama melihat sampulnya langsung kepikir kayanya buku ini beda dari buku-buku lainnya tentang Rasulullah SAW.

Nah, seperti layaknya buku-buku lain di toko buku ini, selalu ada buku yang sudah dibuka segelnya. Lalu saya buka dan saya baca judul-judul subbabnya. Menarik. Benar-benar seperti novel. Aliran ceritanya ringan dan langsung ngena. Persis seperti novel. Kebetulan saya memang menyukai novel dan seketika itu saya jatuh cinta sama buku ini. Lalu saya bilang sama temen yang waktu itu lagi sama-sama iseng berlalu-lalang di toko buku yang sama, “Ini bagus banget loh, mau dong buat kado. Hehe.” (kado kok request).

Dan besoknya, tadaaaa, buku itu bener-bener jadi kado dari teman-teman se-RT-eun (terima kasih banyak teman-teman! kebetulan saya nambah tua setahun hari itu). Saya senang sekali dikasih buku itu. Tapi karena waktu itu lagi tengah-tengah semester, saya belum sempat baca. Sampai akhirnya di minggu-minggu terakhir menjelang akhir semester baru saya baca.

Dan begini isinya.. (more…)