looking for a pearl November 30, 2009
Posted by Aulia Qiranawangsih in berkata-kata sesuka hati, words.Tags: opini
1 comment so far
“if you’re looking for a pearl, then go find it in the ocean, not in the river”
Bukan Negeri Sampah, Bukan Bangsa Pengemis November 6, 2009
Posted by Aulia Qiranawangsih in sosial.Tags: opini, sosial
3 comments
Tebak, dapat dari mana kata-kata itu? Simpel tapi mengandung makna yang cukup dalam. Percaya atau tidak, kata-kata tersebut adalah sebuah judul film dokumenter yang termasuk salah satu film di Eagle Awards nya MetroTV.
Film dokumenter itu mendokumentasikan suatu usaha sederhana yang sangat luar biasa. Adalah seorang dosen yang begitu peduli terhadap lingkungannya yang mencetuskan ide pendirian sebuah badan yang dinamai Bank Sampah. Konsep yang begitu sederhana. Bank sampah ini menjadi tempat pengumpulan sampah dari warga. Sampah yang dikumpulkan terutama adalah sampah anorganik. Setiap warga yang mengumpulkan sampah dikatakan telah melakukan nabung sampah. Sampah-sampah tersebut kemudian dipilah lalu dijual ke tempat-tempat daur ulang. Dari hasil penjualan tersebut, akan didapat uang yang kemudian akan dikembalikan kepada si”penabung sampah” sesuai dengan banyaknya sampah yang “ditabung”. Semakin banyak sampah yang “ditabung”, semakin banyak uang yang didapat. Sederhana bukan?
sedikit cerita tentang waktu dan teman.. September 17, 2009
Posted by Aulia Qiranawangsih in cerita.Tags: bercerita, opini
2 comments
Waktu.. Ga kerasa udah tiga tahun lebih jadi mahasiswa. Dulu waktu masih jadi anak bawang alias anak TPB, rasanya ngeliat anak-anak tingkat empat itu kayanya dewasa banget. Nah sekarang, udah ngerasain sendiri jadi anak tingkat empat. Ternyata ya gini rasanya.
Beberapa hari yang lalu sempet ngobrol sama temen yang lagi tingkat empat juga. Ngobrol biasa sebenernya setelah lama ga ketemu, tiba-tiba dia nyeletuk, “Nyesel nih, tiga taun ini berasa ga ngelakuin apa-apa.” Nah kan, jadi kaget, trus saya tanya, “Maksudnya?” Beliau jawab, “Iya, dari dulu cuma ngelakuin yang dimauin aja, ga ngelakuin yang harus dilakuin.”
Beeberapa hari setelah itu, ketemu dengan teman yang lain. Kalau yang ini justru berlawanan, ketika saya tanya, “Setelah ini mau ngapain?” Beliau bilang, “Ngelakuin yang saya suka aja.”
Temen emang macem-macem. Beda-beda.
“.. dan ketika kamu telah selesai dengan suatu urusan, segeralah kerjakan urusan yang lain, dengan sungguh-sungguh..”
Gitu kata Allah dalam surat Al-Insyirah..
sesuatu dari kapekuu.. June 24, 2009
Posted by Aulia Qiranawangsih in cerita.Tags: bercerita
3 comments
Juni tahun ini, 2009, bertema KP alias Kerja Praktek.. “Ngapain aja tuh?” adalah kalimat pertama yang terlintas waktu beberapa bulan lalu mulai menyadari bahwa di masa liburan semester genap bakal ngambil yang namanya KP tersebut. Nah, sekarang setelah menjalani, kerasa sendiri deh apa tuh KP..
Dulu, sempet nanya-nanya sama angkatan atas yang satu jurusan, “Ngapain aja sih Kpnya sipil tu?” Ternyata jawabannya macem-macem. Ada yang bilang “Ga penting bangetlah..” atau “ Geje banget ul, ga ngapa-ngapain juga..” dan beberapa komentar sejenis. Tapi di sisi lain ada juga yang bilang gini “Worthed ko, jadi tau kaya apa proyek sipil tu sebenernya, gimana ngadepin masalah-masalah di proyek, ngadepin orang-orang lapangan, …” Hmmm.. begitulah, ternyata bermacam-macam ya pendapat orang itu. Begitu juga tanggapan saya terhadap jawaban dari orang-orang yang saya tanya.
Kalau dilihat dari sudut pandang saya, tentunya saya punya motivasi tersendiri ketika saya bertanya, yaitu : mengetahui lebih jauh tentang KP yang akan saya hadapi dan merencanakan hal-hal yang harus maupun tidak boleh saya lakukan. Ketika saya mendapat jawaban dengan nada jawaban pertama, rasa yang terlintas di benak saya adalah malas, ga penting, not interested, pokoknya jadi buntu ide deh. Rasanya jadi ga pengen KP, yah ngapain juga ngelakuin sesuatu yang ga ngapa-ngapain, useless kan.
Lain lagi ketika pertanyaan saya dijawab dengan jawaban kedua. Jawaban ini, walaupun ga secara transparan menunjukan sisi positif dari KP, tapi saya jadi merasa akan mendapat “sesuatu” dari si KP itu sendiri. Membuat saya tertarik dan juga semangat untuk menjalani si KP –walaupun emang sebenernya itu kan tergantung dari masing-masing orang buat menyikapinya.
Hmm.. dari dua jawaban yang berlawanan ini, saya mendapatkan suatu kesimpulan.. Apa coba?? Hehe..
Peak Hour.. June 1, 2009
Posted by Aulia Qiranawangsih in sosial, words.Tags: opini, sosial, transportasi, visi, will
6 comments
Akhir-akhir ini pas lagi musim uas, jadi sering banget ngerasain pulang pas peak hour traffic.. Peak hour traffic, diartiin sebagai jam puncaknya lalulintas, udah pasti yang namanya peak pasti yang paling tinggi, dalam bahasa transportasi maksudnya keadaan ketika terjadi arus lalu lintas yang paling tinggi sepanjang masa layan si jalan.. di mata kuliah Pengantar Sistem Transportasi dulu, peak hour traffic adalah bagian dari kegiatan yang berhubungan dengan waktu transportasi yang harus diberlakuin manajemen lebih lanjut,, why??
Ketika peak hour traffic itu terjadi, berbagai variabel yang mendukung terwujudnya transportasi yang efektif, efisien, aman, nyaman, serta murah cenderung terreduksi. Bahkan nyaris hilang. Dari segi efektifitas dan efisiensi, kegiatan perpindahan jadi ga efektif maupun efisien karena dengan arus yang tinggi (bahkan melebihi kapasitas jalan), perpindahan yang tadinya tidak seberapa lama akan menghabiskan waktu yang lebih banyak, waktu yang dimiliki juga akan makin berkurang, di sini ada variabel Value of Time yang (se)harus(nya) diperhatikan, jadi terabaikan. Dari segi kenyamanan, tentu saja kemacetan akan sangat tidak nyaman. Siapa sih yang suka dengan udara panas akibat ac dari mobil lain, emisi gas buang kendaraan bermotor yang jadinya mulek gara-gara lalulintas yang terpaksa berhenti, belum lagi bawelnya klakson mobil maupun motor. Hmmm.. so, hilang sudah definisi transportasi yang baik.
Suatu Hari Jumat,, May 11, 2009
Posted by Aulia Qiranawangsih in sosial.Tags: bercerita, hujan, opini, sosial, visi, will
5 comments
Suatu hari Jumat yang cukup melelahkan, setelah melalui hari-hari akhir menjelang ujian, tugas-tugas mulai dari tugas kuliah biasa sampai tugas besar makin dekat dengan deadline-nya. Hmm.. tapi ternyata ada sedikit waktu kosong yang bisa dimanfaatkan, akhirnya saya menyempatkan diri untuk mengambil bonus dari sebuah gadget yang saya beli hampir sebulan yang lalu di BEC, daripada expired dan ga termanfaatkan, lebih baik saya ambil. Hehe,,
Ketika itu sudah pukul setengah dua belas siang, saya bersama dua orang teman pergi ke BEC menggunakan angkot. Rencananya, saya hanya akan mengambil bonus itu, teman saya yang satu bertujuan membeli fd, sedangkan yang satu lagi berniat untuk mendatangi customer service Indosat, setelah itu kami berencana langsung kembali ke kampus. Tapi ternyata setelah urusan kami semua selesai, kami tidak langsung bisa kembali ke kampus karena ternyata di luar hujan sedang besar-besarnya. Ya sudah, kami memutuskan untuk menunggu dan shalat dhuhur terlebih dahulu.
Selesai shalat, ternyata hujan masih tetap deras. Lalu sebuah ide muncul dari salah satu teman saya, “Ke gramed aja yu!”. Saya dan teman yang satunya langsung mengiyakan, mengingat kami memang (rasanya) udah lama banget ga jalan-jalan walaupun hanya ke gramedia (huhu.. so’ sibuk banget ni..) Tanpa sengaja, ternyata teman saya dan saya memiliki ide yang sama : OJEK PAYUNG!! Hehehe.. seumur hidup di Bandung (yah, artinya seumur-umur karena emang dari lahir udah di Bandung,,) sepertinya ini baru kali ke dua atau ke tiga saya menggunakan jasa ojek payung. Profesi yang kreatif ya,, hehe..
our wonderfull mass transport mode : angkot April 21, 2009
Posted by Aulia Qiranawangsih in sosial.Tags: opini, sipil, sosial, transportasi
7 comments
angkot alias angkutan kota,, siapa sih di Indonesia yang ga kenal sama angkutan ini?? berjubel di tiap kota dan kabupaten,, semua warna ada, mulai dari hijau, kuning, merah, biru, ungu, cuma warna item dan putih yang belum ada,, heu.. takut kaya ambulans kali yah kalo putih,, dan ga eyecatching juga kalo item .. hehe..
fenomena angkot ini ternyata udah mulai dari puluhan taun yang lalu,, khususnya di kota-kota besar di Pulau Jawa.. salah satunya di Kota Bandung.. bedanya, angkot sekarang udah sangat menyemut,, hampir setiap jaringan jalan di Bandung udah terlayani angkutan kota ini,, mulai dari jalan-jalan utama kota seperti Jalan Ir. H. Djuanda alias Dago, sampe jalan komplek di Antapani atau Cijerah udah terlayani sama si angkutan kota ini.. dengan kata lain angkot bisa dibilang sangat populer di Kota Bandung..
kepopuleran angkot ini ga terlepas dari tingkat pelayanannya yang sangat tinggi terhadap penumpang,, ekstrimnya ni ya,, angkot punya tingkat pelayanan atau serviceability paling tinggi sedunia,, gaya banget kan?? Indonesia punya angkutan umum dengan predikat sehebat itu,, tapi, tunggu dulu,, let’s define it..
tingkat pelayanan angkot ini dibilang paling tinggi sedunia karena kemampuannya buat selalu memanjakan penumpang.. kalo di luar negeri ni yah, mana ada angkutan umum yang berenti tepat di depan penumpang yang mau naik,, well, kecuali taksi sih, tapi beda kasus itu.. selain itu, kalo ada penumpang yang mau turun, si angkot ini ga bakal nunggu sampe ketemu halte atau tempat pemberhentian,, dia bakal berenti begitu si penumpang minta berenti, ga peduli lalu lintas kendaraan yang lain kaya apa..
what a wonderful mass transport isn’t it?? hhehehe..
Horse story.. #1 March 14, 2009
Posted by Aulia Qiranawangsih in cerita.2 comments
This is a horse story. The horse owned by a young boy named Ri. Ri is a modest boy, he lives with his parents, he (almost) always get what he wants. The horse, named Chi, is the strongest horse of the village. Chi is a well-treated horse.
Oneday, Ri has to travel out of the village, he has to deliver a needed to his grandfather. Then Ri took his horse along with him. On the middle of the path they should pass, they meet a crossroads. Ri feels confused. Do not know where to go. He standstill towards the sign of the crossroads. Then he came into silence.
bismillah.. February 26, 2009
Posted by Aulia Qiranawangsih in berkata-kata sesuka hati.Tags: self, visi, will
3 comments
Akhirnyaaa,,
semester ini berisi 20 sks aja.. cukuplah sebagai isi kehidupan selama semester 6 di sipil.. ada kapsel, ektek, manajemen pengendalian lalulintas, rekayasa jalan, baja, rekayasa pondasi, plus analisis struktur episode ke dua..
hmmm… semoga aja semester ini bisa jadi semester yang maksimal,, ga kaya 5 semester sebelumnya.. harus bisa bener-bener tegas sama prioritas yang udah dibuat.. ayo ayo tinggalin yang ga perlu dikerjain.. jauhin yang ga penting.. the best part only come for the best one..
let’s finding our true identity..
bismillahirrahmanirrahim..
rabbi zidni ilman warzuqni fahman..
<turning point>
hanya ini saja.. February 24, 2009
Posted by Aulia Qiranawangsih in words.comments closed
memahami tanpa kata
mengagumi tanpa terbaca
memuji dalam doa
cukuplah..
hanya ini saja..